Monday, December 5, 2016

CTEV adalah bentuk singkatan dari kata Congenital Talipes Equino Varus, Kata-kata tersebut merupakan bentuk gabungan kata dari bahasa Latin dimana Congenital itu berarti bawaan lahir, kemudian ada kata Talipes yang mana berasal dari kata dasar Talus artinya yaitu tulang pergelangan t kaki, dan kata pes yang merupakan kaki itu sendiri. Setelah itu ada kata Equinus yang berarti posisi kaki, dan juga pergelangan kaki yang memang mengarah pada bagain bawah dan juga belakang. Setelah itu untuk kata yang terakhir ada kata Varus yang mana artinya adalah posisi kaki yang memutar pada bagian dalam, atau telapak kaki yang mengahadap pada bagian dalam.



Melalui penjabaran arti dari penggabungan kata-kata di atas, tentunya Anda sudah sedikit mengerti mengenai penyakit tersebut, yaitu satu bentuk penyakit yang terjadi pada kelainan bawaan yang terdapat pada kaki bayi. Kaki bayi tersebut biasanya memutar ke bagian dalam, sehingga telapak kakinya menghadap ke arah belakang. Kelainan pada kaki bayi ini biasanya akan disertai pula dengan lengkungan kaki di bagian dalam yang terjadi dengan lebih tinggi (cavus).

Penyebab CTEV

Kelainan yasng terjadi pada bayi ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal tertentu dan berkaitan dengan beberapa teori tertentu, seperti halnya dari kelainan genetik, terdapatnya gangguan pada tumbuh kembang bayi, terutama pada saat masa kandungan. Lalu adanya kelainan pada sistem saraf. Kemudian dapat pula disebabkan karena posisi janin dalam kandungan ibu yang postural, atau bahkan dapat terjadi karena berbagai macam jenis kelainan-kelainan (syndrome) lainnya yang mengakibatkan adanya CTEV tersebut.

Jika pada uraian di atas disebutkan bahwa saah satu faktor penyebabnya adalah genetik, maka hal ini sudah tentu berhubungan dengan keturunan. Dalam beberapa kasus mengenai penyakit ini memang dikatakan bahwa 25% penderitanya merupakan bagian dari penderita yang terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Kelainan ini biasanya diturunkan apabila terjadi pada anak pertama, maka anak kedua dari pasangan yang mengidap penyakit tersebut biasanya memiliki 5% kemungkinan untuk mengalami penyakit yang sama pula. Apabila hanya satu orang tua saja yang menderita penyakit ini biasanya hanya terdapat 3-4% untuk terjadinya kemungkinan tersebut, namun apabila kedua oranga tua sama-sama mengidap penyakit ini, maka kemungkinan tersebut akan meningkat hingga ke angka 15%.

Pencegahan dan Juga Penanganan CTEV

Pada dasarnya tidak ada jenis pencegahan yang mutlak dalam menghindari penyakit yang satu ini, hanya saja, memang sudah menjadi kebiasaan yang baik apabila seorang wanita hamil untuk menghindari asap rokok, berbagai macam radiassi, serta penggunaan berbagai macam jenis obat-obatan yang memang tidak dianjurkan oleh dokter. Hal ini berkaitan pula dengan beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa banyak diantanya wanita hamil yang melakukan aktifitas merokok selama masa kehamilannya, beresiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan kondisi CTEV tersebut.

Sementara untuk pengobatannya itu sendiri, memang sedikit mengalami beberapa kesulitan, karena pada dasarnya setiap bayi yang terlahir dengan penyakit tersebut meskipun dilakukan berbagai macam jenis pengobatan terbaik padanya, ia tetap tidak akan mencapai bentuk dari posisi kaki yang kembali normal secara utuh. Oleh sebab itulah, untuk melakukan pengobatan tersebut, biasanya terdapat beberapa bentuk tujuan yang harus dipegang dalam pengobatan ini, yang diantaranya adalah untuk mendapatkan posisi kaki yang memang mendekati dengan posisi dari kaki yang normal (plantigrade), kemudian mengupayakan agar kaki tersebut dapat berjalan dengan lebih fleksibel, serta mencapainya fungsi terbaik dari kaki tersebut.


Metode Ponseti

Saat ini metode penanganan ctev yang paling populer dan terbukti memiliki hasil yang baik adalah metode Ponseti. Kaki anak dengan lembut dan hati-hati akan digerakkan ke arah normal pada posisi maksimal, kemudian kaki anak akan ditahan dengan menggunakan gip untuk mempertahankan posisi kaki normal. Gip dipasang sepanjang paha sampai ke jari kaki mereka.




Setelah seminggu, gips akan dilepas, kemudian kaki anak akan digerakkan lagi dengan lembut ke arah normal semaksimal mungkin kemudian dipasangkan gips lagi. Prosedur ini akan diulang setiap minggunya dan kaki anak akan lebih mendekati ke arah normal. Gips dilakukan kurang lebih 6-7 sesi kemudian akan dilanjutka dengan menggunakan sepatu kusus yaitu Dennis Brown Splint.

Dennis Brown Splint merupakan sepatu yang memiliki plat penghubung kaki kiri dan kanan yang berfungsi untuk menahan kaki pada posisi keluar secara maksimal. Tujuan dari pemakaian sepatu ini adalah untuk menahan kaki bayi tumbuh pada posisi normal. Sepatu ini dipakai 23jam sehari atau dengan kata lain hanya dilepas ketika anak mandi saja. pemakaian Dennis Brown Splint dipakai siang malam sampai usia bayi 7bln, selanjutnya ketika siang hari plat penghubung bisa dilepas atau dengan kata lain hanya sepatu disiang hari, kemudian pada malam hari atau saat tidur plat kembali dipasang atau dengan kata lain memakai sepatu Dennis Brown Splint lengkap.

Setelah usia anak menginjak 1 tahun maka anak akan mulai belajar berdiri dan berjalan karena itu Dennis Brown Splint sudah tidak dapat lagi digunakan terutama di siang hari. Karena itu anak harus mengganti sepatunya dengan sepatu Orthopedi yang memiliki plat penahan koreksi kaki pada samping kanan kiri sepatu. Hal ini dimaksutkan agar anak dapat beraktifitas tanpa hambatan.

Pemakaian sepatu orthopedi pada kasus ctev berlangsung sampai anak berumur 4tahun, hal ini dimaksutkan untuk menghindari kekambuhan. Keberhasilan dalam metode ini terletak pada ketelatenan dan kesabaran orangtua dalam memakaikan dan mendampingi anak saat memakai sepatu. Kekambuhan sering terjadi ketika kaki anak terlihat sudah normal lalu sepatu tidak dipakai padalah kaki anak masih dalam tahap pertumbuhan sehingga kemudian kaki kanan mengalami kekambuhan pengkor kembali.








Dengan melakukan berbagai macam tindakan pengobatan tersebut, setidaknya bayi dapat belajar berjalan dengan cara berjalan yang mendekati kata normal dan juga dapat menggunakan sepatu layaknya orang normal. Demikianlah beberapa ulasan singkat mengenai apa itu CTEV.


Contoh Sepatu Orthopedi










sepatu orthopaedi

Contoh Dennis Brown Splint


dennisbrown splint


Untuk melihat semua daftar alat kesehatan dan spesifikasi harga, silahkan masuk ke www.orthoshoping.com
Untuk pemesanan alat dapat menghubungi:
Nugroho : 085 867 374 002 sms/wa

READ MORE -

Thursday, December 1, 2016

Kenali Penyebab Sakit Punggung Dan Cara Mengatasinya

Sakit punggung bawah bisa sangat mengganggu. Karena itu, penting mengetahui penyebab sekaligus cara untuk meredakan sakit tulang belakang yang dirasakan.



Rasa nyeri pada punggung bawah sering dikaitkan dengan sakit tulang belakang. Sakit ini biasanya berhubungan dengan bagian pertulangan dari tulang belakang tingkat lumbal, diskus (bantalan) antara tulang belakang, ligamen (jaringan ikat) di sekitar tulang belakang dan diskus, saraf dan sumsum tulang belakang, organ di rongga perut dan panggul, otot punggung bawah, serta kulit di area punggung bawah. Kondisi ini paling banyak terjadi pada orang dewasa usia 35-55 tahun.

Sakit tulang belakang bawah penyebab dan cara mengatasinya.

Selain usia, beberapa faktor dapat meningkatkan risiko sakit punggung bawah. Misalnya kelebihan berat badan, hamil, merokok, stres atau depresi, serta konsumsi obat-obatan yang dapat memengaruhi kondisi tulang seperti kortikosteroid.

Sakit punggung bawah dapat berupa rasa nyeri, kebas, atau mati rasa yang menjalar pada satu kaki, nyeri sendi atau terasa kaku ketika berjalan pada pagi hari, dan lain-lain  Rasa sakitnya membuat tidak nyaman, bahkan dapat mengganggu aktivitas.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan sakit tulang belakang bawah, antara lain:

Postur tubuh dan aktivitas harian. Kegiatan seperti mendorong, menarik, mengangkat dan membawa beban, berdiri atau membungkuk terlalu lama, batuk, otot yang tegang, peregangan yang berlebihan, serta menyetir dan duduk untuk waktu yang panjang. Termasuk kasur yang tidak maksimal menopang tulang belakang saat tidur.

Gangguan pada struktur tulang belakang. Misalnya masalah pada cakram tulang belakang, artritis (radang tulang dan persendian), osteoporosis (pengeroposan tulang), ataupun lengkung tulang belakang yang abnormal seperti skoliosis.

Penyebab lain seperti terjadi infeksi atau muncul tumor pada tulang belakang, mengalami infeksi kandung kemih, infeksi ginjal, radang panggul pada wanita, infeksi yang memengaruhi saraf (shingles).

Untuk memastikan penyebab sakit punggung bawah, dokter dapat melakukan beberapa tes pendukung seperti sinar X, CT-scan, MRI, pemindaian tulang, ataupun electromyography (EMG). Jika dicurigai terjadi infeksi, dokter bisa merekomendasikan dilakukan tes darah.

Mengatasi sesuai penyebab

Pengobatan sakit tulang belakang bawah tergantung dari penyebabnya. Berikut beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan:

Obat pereda nyeri. Misalnya acetaminofen atau ibuprofen dapat membantu meringankan rasa sakit untuk jangka pendek. Selalu konsultasikan dosis dan durasi konsumsi obat ini dengan dokter. Selain itu, pereda nyeri juga bisa berupa krim atau salep yang dioles langsung di lokasi yang terasa nyeri.
Pemberian obat seperti antidepresan ataupun beberapa jenis narkotik untuk mengobati sakit tulang belakang yang sudah kronis harus selalu di bawah pengawasan dokter.

Suntikan antiinflamasi atau obat jenis kortikosteroid, dapat diberikan jika sakit tulang belakang terasa menjalar hingga ke kaki dan tidak mempan dengan obat pereda nyeri yang lain. Misalnya, suntikan kortison akan membantu menurunkan peradangan di sekitar akar saraf yang membantu meringankan rasa sakit sementara.

Tindakan ini merupakan pilihan paling akhir jika pengobatan lain tidak berhasil ataupun rasa sakit semakin parah, sehingga penderitanya tidak dapat tidur atau beraktivitas. Prosedur operasi yang umum dilakukan yaitu discectomy (bagian dari diskus yang berada di antara tulang belakang diangkat) agar diskus tidak terus menekan saraf tulang belakang dan spinal fusion (dua atau lebih tulang belakang digabungkan untuk menstabilkan tulang belakang dan mengurangi nyeri). Meski demikian, tindakan operasi ini memiliki risiko komplikasi serius, seperti kerusakan saraf di dekat area operasi atau bahkan kelumpuhan.

Pemakaian korset penyangga tulang belakang juga disarankan. Korset akan membantu otot punggung untuk menyangga dan menegakkan punggung , sehingga beban otot akan berkurang dan otot menjadi lebih rileks.

Selain itu, ada pula beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk meringankan rasa sakit tulang belakang bawah seperti yoga ataupun akupunktur ataupun fisioterapi. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk metode tersebut.

Bagi Anda yang mengalami sakit tulang belakang bawah, tetaplah berusaha bergerak aktif untuk membantu pemulihan. Meski demikian, lakukan gerakan tanpa tergesa-gesa dan tidak memaksakan tubuh.








Untuk melihat semua daftar alat kesehatan dan spesifikasi harga, silahkan masuk ke www.orthoshoping.com
Untuk pemesanan alat dapat menghubungi:
Nugroho : 085 867 374 002 sms/wa
READ MORE - Kenali Penyebab Sakit Punggung Dan Cara Mengatasinya

Monday, November 21, 2016

Solusi Penangan Kaki Pengkor, CTEV

Conginetal Talipes Equino Varus (Klub Foot)



Apa yang dimaksut  Congenital Talipes Equino Varus (CTEV)?

Conginetal Talipes Equino Varus (CTEV)  umumnya dikenal sebagai kaki pengkor. Ini adalah kondisi di mana seorang anak memoliki salah satu atau kedua kaki bengkok mengarah ke bawah dan ke  dalam. Ada dua jenis CTEV: postural dan struktural.
Postural CTEV melibatkan ketidakseimbangan otot dan / atau kaku. Biasanya tidak ada kelainan tulang bersamaan.
Struktur CTEV melibatkan tulang dan sendi kaki, di mana kaki anak tidak dapat digerakan secara pasif dalam berbagai gerakan.

Tanda dan gejala

  • Kaki berputar ke dalam
  • Kaku di otot betis
  • Untuk struktural: kaki mengalami penurunan berbagai sendi gerakan.


Penyebab

Postural: gangguan kehamilan  bayi besar> 4kg pada saat lahir; menurunkan cairan sekitarnya bayi)
Struktural: Penyebabnya tidak diketahui dan dalam beberapa, itu bisa genetika.

Komplikasi

  • Pola berjalan tidak normal.
  • Sakit kaki karena posisi kaki tidak normal.


Pilihan pengobatan

Postural: Dalam beberapa kasus, intervensi fisioterapi untuk peregangan dan rangsangan pada kaki diperlukan.



Struktural: Serial casting dan manipulasi dengan operasi minimal jika perlu. Pada kasus yang berat, pembedahan mungkin diperlukan. Ini diikuti dengan pemeliharaan dengan sepatu khusus dan bar sampai 4 tahun.






Untuk melihat semua daftar alat kesehatan dan spesifikasi harga, silahkan masuk ke www.orthoshoping.com
Untuk pemesanan alat dapat menghubungi:
Nugroho : 085 867 374 002 sms/wa
READ MORE - Solusi Penangan Kaki Pengkor, CTEV

Saturday, November 19, 2016

Atasi Kaki Datar Anda Dengan Baik

Definisi



Kaki datar terjadi ketika lengkungan di bagian dalam kaki Anda rata, memungkinkan seluruh telapak kaki Anda menyentuh lantai ketika Anda berdiri.

Hal ini merupakan sebuah kondisi umum dan biasanya tidak nyeri, flatfeet dapat terjadi ketika lengkungan tidak berkembang selama masa kanak-kanak. Dalam kasus lain, flatfeet berkembang setelah cedera atau dari tekanan dan faktor usia.

Flatfeet kadang-kadang dapat berkontribusi untuk masalah di pergelangan kaki dan lutut karena kondisinya dapat mengubah alignment kaki Anda. Jika Anda tidak memiliki rasa sakit, tidak ada perawatan yang diperlukan untuk flatfeet.

Gejala

Kebanyakan orang tidak memiliki tanda atau gejala yang berhubungan dengan flatfeet. Tetapi beberapa orang mengalami sakit dipergelangan, khususnya di tumit atau didaerah lengkungan. Nyeri bisa memburuk dengan aktivitas. Pembengkakan sepanjang bagian dalam pergelangan kaki juga bisa terjadi.

Kapan ke dokter

Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda atau anak Anda memiliki rasa sakit kaki.

Penyebab

Sebuah kaki datar normal pada bayi dan balita, karena lengkungan kaki ini belum terbentik. lengkungan pada kebanyakan orang terbentuk sepanjang masa, tetapi beberapa orang tidak pernah  terbentuk lengkungan. Ini adalah variasi normal dalam jenis kaki, dan orang-orang tanpa lengkungan mungkin tidak memiliki masalah.

Beberapa anak memiliki kelasi fleksibel, di mana lengkungan terlihat ketika anak duduk atau berdiri berjinjit, namun menghilang ketika anak berdiri. Sebagian besar anak-anak mengatasi kelasi fleksibel tanpa masalah.


Faktor risiko


  • Kegemukan
  • Cedera kaki atau pergelangan kaki
  • Radang sendi
  • Penuaan
  • Diabetes


Perawatan dan obat-obatan

Terapi

Jika flatfeet Anda yang menyakitkan, dokter mungkin menyarankan:
Arch supports (perangkat orthotic, alas sepatu kusus). Over-the-counter lengkungan pada alas sepatu dapat membantu meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh flatfeet. Atau dokter Anda mungkin menyarankan alas sepatu yang dirancang khusus, yang dibentuk dengan kontur kaki Anda.
Arch supports tidak akan menyembuhkan flatfeet, tetapi mereka sering mengurangi gejala.



Latihan peregangan. Beberapa orang dengan flatfeet juga memiliki Achilles tendon dipersingkat. Latihan untuk meregangkan tendon ini dapat membantu.

Sepatu dengan alas kusus. Sebuah sepatu struktural yang memiliki alas melengkung yang mensupport mungkin lebih nyaman daripada sandal atau sepatu dengan lengkung minimal.

Terapi fisik. Flatfeet dapat berkontribusi terlalu sering menggunakan cedera dalam beberapa pelari. Seorang ahli terapi fisik dapat melakukan analisis video tentang bagaimana Anda menjalankan untuk membantu Anda meningkatkan bentuk dan teknik.

Operasi

Operasi tidak dilakukan semata-mata untuk memperbaiki flatfeet. Namun, Anda mungkin memiliki operasi untuk masalah yang terkait, seperti air mata tendon atau pecah.

Untuk melihat semua daftar alat kesehatan dan spesifikasi harga, silahkan masuk ke www.orthoshoping.com
Untuk pemesanan alat dapat menghubungi:
Nugroho : 085 867 374 002 sms/wa
READ MORE - Atasi Kaki Datar Anda Dengan Baik

Friday, January 29, 2016

Sejarah Manajemen Penanganan Kaki Pengkor Atau CTEV , Kelainan Kaki Sejak Lahir

Selama bertahun-tahun pendekatan pengelolaan kaki pengkor telah berubah dan berevolusi. Banyak teknik pengobatan bedah, konservatif dan campuran telah digunakan dengan berbagai tingkat keberhasilan. Dalam dekade terakhir metode Ponseti telah menjadi secara luas diakui sebagai standar emas untuk perawatan kaki pengkor. Baru-baru ini, dua ulasan yang sangat informatif telah dipublikasikan merinci sejarah pengelolaan kaki pengkor: Bridgens dan Kiely (2010) dan Dobbs dan Gurnett (2009). Referensi penuh untuk ini dapat ditemukan di sini. Perkembangan sejarah utama yang didokumentasikan dalam literatur tentang manajemen kaki pengkor adalah sebagai berikut. 

Manajemen non-operasi awal 

Pada awal 400 SM, Hippocrates dijelaskan kaki pengkor dan direkomendasikan pengobatan non-operatif menggunakan manipulasi dan perban - sangat mirip dengan teknik pengobatan yang umum digunakan saat ini: 

'Memanipulasi kaki seolah-olah memegang model lilin, bukan dengan kekerasan, tapi lembut' 



Perawatan kaki pengkor brace digunakan pada tahun 1806 - Sumber: gambar Wellcome 

Kemudian, manipulasi kuat digunakan untuk memperbaiki deformitas. Salah satu yang paling terkenal dari semuanya adalah kunci pas yang dirancang oleh Thomas (1834-1891) yang digunakan untuk paksa mengubah posisi kaki. Tidak mengherankan, teknik ini mengakibatkan luka bagi banyak pasien dan hasil yang buruk. 




Manajemen operasi 

Manajemen bedah kaki pengkor menjadi populer pada 1970-an, 80-an dan 90-an. Ada berbagai jenis teknik bedah dijelaskan untuk mengobati kaki pengkor. Dua yang paling banyak digunakan adalah postero-medial release (PMR), rilis luas ketat dan dikontrak jaringan lunak dari kaki pengkor dan 'a la carte' pendekatan yang bertujuan untuk memperbaiki berbagai komponen deformitas tergantung pada presentasi individu. 

Manajemen bedah kaki pengkor dapat memperbaiki deformitas dan memberikan pasien kaki yang terlihat lebih normal dan fungsi dengan baik pada awalnya. Namun, beberapa tindak lanjut studi jangka panjang telah menunjukkan bahwa hasil dari manajemen bedah tidak sebaik yang diperkirakan pada awalnya. Seiring waktu kaki pembedahan diperlakukan menjadi menyakitkan, kaku dan menunjukkan kelemahan dan perubahan rematik awal. Gejala-gejala ini semua keterbatasan penyebab aktivitas yang satu studi yang ditindaklanjuti pasien yang diobati dengan rilis jaringan lunak pada 30 tahun ditemukan sebanding dengan cacat yang disebabkan oleh penyakit Parkinson dan gagal jantung kronis. Pembedahan juga bisa mahal dan menghasilkan jumlah yang lebih tinggi dari komplikasi, seperti infeksi dibandingkan dengan teknik lain. 



Ilustrasi menunjukkan manajemen bedah awal kaki pengkor pada 1800-an - Sumber: gambar Wellcome 

Manajemen konservatif 

Teknik konservatif terutama mencapai koreksi kaki pengkor dengan perlahan-lahan peregangan struktur yang ketat, sehingga waktu untuk renovasi jaringan lunak dan untuk posisi tulang-tulang di kaki yang akan dikoreksi.

Metode Kite adalah teknik konservatif untuk mengobati kaki pengkor yang dikembangkan oleh Dr Kite di Amerika Serikat pada tahun 1930-an . Kite berusaha untuk menemukan strategi pengobatan non-invasif untuk kaki pengkor setelah ia menjadi tidak puas dengan hasil yang buruk dari pengobatan bedah . Metode Kite pengobatan terdiri dari serangkaian manipulasi dan coran diikuti oleh malam belat dengan kaki diadakan di dorsofleksi dan sedikit penculikan. 

Kite melaporkan hasil yang baik dengan pengobatan non-invasif dalam 800 kasus kaki pengkor. Hasil ini tidak direproduksi dalam studi lebih lanjut, dan sampai 90% dari anak-anak diperlakukan dengan menggunakan metode Kite diperlukan bedah, rilis jaringan lunak tambahan . Hasil ini tidak memuaskan yang disebabkan dua faktor utama: metode anatomis akurat manipulasi kaki yang mencegah deformitas dari penyelesaian dan penggunaan kaki pendek (di bawah lutut) gips yang tidak memadai untuk memegang posisi dikoreksi dari kaki . Metode Kite juga mengharuskan tingginya jumlah coran dan mungkin sampai dua tahun sebelum deformitas dikoreksi. 

Atau metode 'fungsional' 'Prancis' pengobatan kaki pengkor adalah teknik konservatif lain yang digunakan di berbagai belahan dunia. Metode ini menggunakan manipulasi harian dan peregangan kaki, stimulasi otot kurang aktif dan tegap kaki untuk terus dalam posisi, semua dilakukan oleh fisioterapis. Dalam pengaturan berpenghasilan tinggi metode ini telah terbukti secara signifikan mengurangi kebutuhan untuk operasi kaki pengkor dan, dalam sebuah studi, memiliki hasil yang sebanding dengan metode Ponseti . Namun, mungkin karena tingkat yang lebih tinggi dari input yang diperlukan dengan metode orang tua Perancis di Amerika Serikat dua kali lebih mungkin untuk memilih metode Ponseti pengobatan daripada metode Perancis untuk anak-anak mereka. 

Teknik Ponseti 

Teknik Ponseti menggabungkan teknik konservatif manipulasi dan casting dan operasi kecil dalam bentuk tenotomi Achilles. Teknik Ponseti dikembangkan pada tahun 1960 oleh Dr Ignacio Ponseti di University of Iowa di Amerika Serikat. Dia merancang teknik setelah mengamati hasil yang buruk dari operasi kaki pengkor dan studi ekstensif dari anatomi kaki dan pergelangan kaki. 

Teknik Ponseti lambat untuk menangkap pada awalnya dan hanya telah diterima secara luas dalam dekade terakhir. Namun, dalam beberapa tahun terakhir penelitian telah menunjukkan bahwa bila diterapkan dengan benar, teknik Ponseti dapat mencapai koreksi deformitas kaki pengkor pada sampai dengan 98% kasus. Sebuah jangka panjang tindak lanjut studi 30 tahun setelah pengobatan ditemukan hasil pengobatan yang sangat menguntungkan, dengan fungsi kaki 'yang sangat baik atau baik' ditunjukkan dalam 78% dari individu dengan kaki pengkor dibandingkan dengan 85% orang yang cocok tanpa cacat kaki bawaan. Hasil ini telah menyebabkan situasi saat ini di sebagian besar negara-negara berpenghasilan tinggi dan banyak LMIC mana metode Ponseti adalah pilihan perawatan untuk kaki pengkor oleh sebagian besar ahli bedah ortopedi.

Ponseti Metode 

Kebanyakan ahli bedah ortopedi setuju bahwa pengobatan utama untuk kaki pengkor pada anak-anak harus konservatif. Teknik pengobatan dengan bukti yang paling ilmiah yang mendukung efektivitasnya adalah metode Ponseti. Dibandingkan dengan teknik konservatif bedah dan lainnya, metode Ponseti telah ditemukan untuk memiliki yang terbaik hasil jangka panjang , dan itu adalah teknik pengobatan primer direkomendasikan untuk kaki pengkor oleh seluruh anggota GCI. 

Tujuan dari manajemen kaki pengkor adalah untuk memberikan koreksi jangka panjang deformitas mengakibatkan kaki yang berfungsi penuh, bebas rasa sakit  dan tanpa callouses dan mampu memakai sepatu normal. 

Teknik Ponseti selesai dalam beberapa tahap yang masuk ke dalam dua tahap, yang keduanya sangat penting untuk mencapai koreksi deformitas. 

Tahap 1: Mencapai koreksi deformitas (manipulasi, casting, tenotomi). 
Tahap 2: Menjaga koreksi (menggunakan Foot Abduction Braces) 
Tahapan pengobatan Ponseti adalah: 



Manipulasi dan Casting: Lembut, manipulasi mingguan dan peregangan kaki untuk memperbaiki deformitas. Setiap kali kaki yang dimanipulasi itu dimasukkan ke dalam plester-kaki panjang cor dengan lutut ditekuk sampai 90 derajat untuk memegang posisi dikoreksi, biasanya selama satu minggu. Setelah serangkaian beberapa manipulasi dan coran deformitas biasanya dapat hampir sepenuhnya diperbaiki terlepas dari posisi equinus dari midfoot dan pergelangan kaki. 




Achilles tenotomi: Posisi equinus kaki, yang disebabkan oleh ketat dan memperpendek Achilles tendon di hampir semua kasus memerlukan operasi kecil untuk dikoreksi. Prosedur ini merupakan tenotomi lengkap dari tendon Achilles yang dapat dilakukan di bawah anestesi lokal. 

Akhir Casting: Segera setelah tenotomi yang cast akhir diterapkan dalam posisi over-dikoreksi selama tiga minggu. 



Menguatkan: Menguatkan menggunakan Steenbeek Foot Abduction Brace (SFAB) dimulai segera setelah pemain terakhir akan dihapus. Sepatu  harus dipakai 23 jam / hari selama tiga bulan setelah perawatan dan kemudian 11 jam / hari (pada saat anak tidur di malam hari) sampai anak berusia empat tahun. Menguatkan sangat penting untuk mempertahankan posisi dikoreksi kaki dan mencegah kekambuhan deformitas karena gen yang menyebabkan kaki pengkor mungkin aktif sampai anak usia empat tahun. Denis Browne Splint adalah brace hemat biaya, yang diproduksi di seluruh dunia menggunakan bahan lokal. 



Metode Ponseti harus dimulai sementara anak masih muda - idealnya antara beberapa hari sampai tua beberapa bulan. Secara umum, pengobatan lebih dini dimulai semakin mudah kaki pengkor adalah untuk memperbaiki. Namun, metode Ponseti sekarang sedang digunakan dengan anak-anak, dalam beberapa kasus hingga usia sepuluh tahun . Pada anak yang lebih keputusan tentang apakah metode Ponseti adalah teknik yang paling tepat untuk menggunakan sebagian besar bergantung pada fleksibilitas kaki anak, keterampilan dokter dan sumber daya yang tersedia. 



Contoh Sepatu Orthopedi







sepatu orthopaedi

Contoh Dennis Brown Splint


dennisbrown splint


Untuk melihat semua daftar alat kesehatan dan spesifikasi harga, silahkan masuk ke www.orthoshoping.com
Untuk pemesanan alat dapat menghubungi:
Nugroho : 085 867 374 002

READ MORE - Sejarah Manajemen Penanganan Kaki Pengkor Atau CTEV , Kelainan Kaki Sejak Lahir

Wednesday, April 15, 2015

Penyebab Nyeri Pada Tumit dan Telapak Kaki Serta Pengobatannya

Calcaneal Spur

Nyeri pada tumit atau sering disebut kalkaneus spur adalah tumbuhnya tulang baru (tulang taji) yang runcing pada tulang tumit (tulang kalkaneus). Taji tumit dapat terletak di bagian belakang tumit atau di bawah tumit, di bawah telapak kaki. Taji tumit di bagian belakang tumit sering dikaitkan dengan peradangan tendon Achilles (tendinitis) dan menyebabkan nyeri dan rasa sakit di bagian belakang tumit.







Heel Spur

Taji tumit sering menyakitkan, mereka sering dikaitkan dengan fasciitis plantaris yaitu peradangan yang menyakitkan pada jaringan fibrosa (plantar fascia) yang membentang di sepanjang bagian bawah kaki dan menghubungkan tulang tumit ke bola kaki.

Pengobatan untuk taji tumit dan kondisi yang terkait termasuk olahraga, orthotics heel-pad, obat anti-inflamasi, dan suntikan kortison. Jika perawatan konservatif gagal, operasi mungkin diperlukan.

Penyebab Nyeri Pada Tumit


Taji tumit terjadi ketika deposit kalsium berlebihan di bagian bawah tulang tumit, hal ini merupakan sebuah proses yang biasanya terjadi selama berbulan-bulan. Taji tumit sering disebabkan oleh strain (terulurnya) otot kaki dan ligamen, peregangan plantar fasia, dan robeknya membran yang menutupi tulang tumit. Taji tumit merupakan hal yang umum di antara atlet yang kegiatannya sebagian besar  berlari dan melompat.

Faktor risiko untuk taji tumit meliputi:
  • Kelainan pola berjalan, yang menyebabkan stres yang berlebihan pada tulang tumit, ligamen, dan saraf dekat tumit
  • Berjalan atau jogging, terutama pada permukaan yang keras
  • Memakai sepatu yang buruk, terutama sepatu yang tidak memiliki lengkungan yang tepat untuk telapak kaki.
  • Kelebihan berat badan dan obesitas

Faktor risiko lain yang terkait dengan nyeri telapak kai termasuk:

  • Bertambahnya usia, yang menurunkan fleksibilitas plantar fasia dan menipisnya pelindung bantalan lemak pada tumit
  • Diabetes
  • Menghabiskan sebagian besar hari untuk berdiri
  • Memiliki telapak kaki data

Gejala Heel Spurs

Taji tumit sering tidak menimbulkan gejala. Tapi taji tumit dapat dikaitkan dengan nyeri intermiten atau kronis - terutama saat berjalan, jogging, atau berlari - jika peradangan berkembang pada titik pembentukan spur atau tulang taji.

Banyak orang menggambarkan rasa sakit taji tumit dan fasciitis plantaris seperti pisau atau pin yang menempel di bagian bawah kaki mereka ketika mereka berdiri pertama kali di pagi hari - rasa sakit yang kemudian berubah menjadi rasa nyeri.

Pengobatan non-bedah untuk Heel Spurs

Rasa sakit pada tumit berhubungan dengan taji tumit dan plantar fasciitis mungkin tidak akan banyak perubahan hanya dengan istirahat. Jika Anda berjalan setelah tidur malam, rasa sakit mungkin akan terasa lebih buruk karena plantar fasia tiba-tiba memanjang, yang membentang dan menarik pada tumit.

Jika Anda memiliki nyeri tumit yang berlangsung selama lebih dari satu bulan, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan. Ia mungkin merekomendasikan pengobatan konservatif seperti:

  •     Latihan peregangan
  •     Rekomendasi sepatu
  •     Sisipan sepatu atau perangkat orthotic (heel pad)
  •     Fisioterapi
Contoh Heel Pad



Untuk melihat semua daftar alat kesehatan dan spesifikasi harga, silahkan masuk ke www.orthoshoping.com
Untuk pemesanan alat dapat menghubungi:
Nugroho : 085 867 374 002








READ MORE - Penyebab Nyeri Pada Tumit dan Telapak Kaki Serta Pengobatannya

Friday, January 9, 2015

Mengatasi Kaki Jinjit Pada Anak




Pola Berjalan Normal

Disebuat sebagai pola berjalan normal apabila saat berjalan (heel-toe) tumit menumpu terlebih dulu kemudian disusul oleh telapak kaki yang menumpu dan dilanjutkan ujung jari menumpu dan bersiap untuk berayun dan mengambil langkah maju.

Berjalan Jinjit Pada Satu Kaki

Salah satu alasan yang umum adalah bahwa satu kaki cukup singkat/pendek dan jika kaki lebih pendek sekitar 3cm, anak akan sering menumpu dengan ujung kakinya untuk mencapai tanah. Seorang anak yang pernah kejang dan memiliki kelemahan tubuh sesisih akan cenderung berjalan dengan jinjit di sisi tubuh yang lemah (hemiparese). Seorang pasien yang memiliki ketegangan atau pemendekan tendon Archiles mereka cenderung berjalan jinjit dan sulit untuk mendaratkan telapak kaki di tanah dengan sempurna/posisi 90 derajat.

Berjalan Jinjit Pada Kedua Kaki

Penyebab paling umum dari kaki jinjit adalah idiopatik (tidak diketahui penyebabnya), juga disebut kebiasaan kaki berjalan. Berjalan di ujung jari kaki sangat umum antara usia 10 sampai 18 bulan ketika anak-anak sedang belajar berjalan. Pada beberapa anak hal itu hanya sebuah kebiasaan saja, dan ketika mereka diminta untuk berjalan dengan normal mereka menempatkan tumit mereka di atas tanah sebelum kemudian disusul jari-jari kaki mereka. Hanya saja ketika mereka tidak berkonsentrasi, mereka tampaknya kembali berjalan pada ujung  kaki mereka.

Mild Spastic diplegic Cerebral Palsy juga merupakan suatu kondisi yang menyebabkan kaki berjalan jinjit. Selain itu ada suatu kondisi lain yang langka yang dapat menyebabkan anak berjalan jinjit di kedua kaki yang disebut dengan Charcot-Marie-Tooth neuropati perifer atau distrofi otot, seperti Duchene. Dan ada beberapa hal yang kurang umum seperti autisme, skizofrenia dan anomali sumsum tulang belakang dan akhirnya jenis multiple sclerosis juga dapat menyebabkan kekakuan otot kaki yang mengakibatkan kaki berjalan jinjit.

Dua alasan paling umum untuk hal ini adalah kaki jinjit idiopatik dan Spastic diplegic Cerebral Palsy. Cerebral Palsy mengacu pada sekelompok kondisi yang mempengaruhi kontrol gerakan dan postur. Seperti kerusakan satu atau lebih bagian dari otak yang mengontrol gerakan, anak yang terkena tidak bisa menggerakkan ototnya dengan normal. Sedangkan gejala berkisar dari ringan sampai parah. Dengan pengobatan, kebanyakan anak-anak secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan mereka.

Hal yang penting untuk dicatat jika ada kejadian keluarga/anak Anda yang berjalan dengan ujung kakinya. Salah satu faktor yang paling umum adalah tendon Achilles yang ketat/pendek. Biasanya, seorang anak harus memiliki sekitar 10 derajat dari kaki dorsiflexion (kaki Anda dapat ditarik ke arah tubuh Anda ketika kaki tidak tegang).

Pengobatan

Kebanyakan anak perlu dirujuk ke fisioterapis, ahli ortopedi dan ahli saraf untuk pengobatan.




Kaki jinjit idiopatik dapat disembuhkan dengan hanya mengamati kondisi dan berharap bahwa anak mungkin akhirnya akan mengatasi pola berjalan mereka sendiri. Jika Anda ingin mengontrol otot betis yang terlalu aktif/tegang maka dokter akan menyarankan pemakaian orthosis pergelangan kaki (AFO Brace) sepatu kusus yang dibuat untuk membantu telapak kaki pada posisi normal serta menjaga telapak kaki pada posisi 90 derajat. Jika hal ini disebabkan oleh tendon Achilles  yang ketat maka operasi mungkin diperlukan. Prosedur yang paling umum adalah prosedur Gastrocnemius resesi.




Sangat sulit untuk membedakan antara kaki jinjit idiopatik dan Spastic diplegic Cerebral Palsy yang ringan. Tampaknya cukup sederhana, tapi itu benar-benar bukan karena kedua kondisi sangat berhubungan dengan kelahiran prematur, keterlambatan perkembangan dan tendon Achilles yang ketat. Namun, pertanda baiknya adalah jika anak bisa berjalan normal ketika Anda meminta mereka untuk berjalan, maka itu lebih mungkin bahwa mereka mungkin memiliki kaki jinjit idiopatik.

Contoh Sepatu Orthopedi











sepatu orthopaedi



Contoh AFO






untuk pemesanan korset penyangga tulang belakang bisa menghubungi Bp. Nugroho
tlp. 085 867 374 002

atau bisa langsung mengunjungi toko kami di www.orthoshoping.com
harga sebelum ongkos kirirm : Rp.750.000

kami biasa kirim melalui jasa titipan kilat (Tiki / JNE)
untuk pemesanan silahkan sms ke nomor 0858 6737 4002

pembayaran melalui:

Bank BRI

Nomor Rekening : 6089-01-020842-53-7

atas nama : Zulhida Nurhamida Halim



READ MORE - Mengatasi Kaki Jinjit Pada Anak

Apakah Anak Anda Berjalan Jinjit




Apa yang mungkin Anda perhatikan

Kebanyakan anak berjalan jinjit, kadang-kadang mereka berjalan bergerak di sekitar ruangan dengan berpegangan pada furnitur, terutama jika mereka berada di lantai kosong. Beberapa anak terus berjalan jinjit dan kemudian berjalan normal hanya untuk bersenang-senang. Gadis-gadis kecil berpura-pura dan memainkan peran menjadi Peri Sugar Plum  dan mereka berjalan jinjit dan normal silih berganti.

Secara umum, sampai usia 2 tahun ketika anak berjalan jinjit bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Dan sering kali, anak-anak yang berjalan jinjit mereka melakukannya karena kebiasaan.

Tetapi pastikan untuk berbicara dengan dokter anak Anda jika anak Anda:

  •      Berjalan pada jari-jari kakinya di sebagian besar waktu
  •      Memiliki otot kaki yang kaku
  •      Berjalan kurang terkoordinasi
  •      Berjalan canggung, tersandung, atau memiliki pola jalan yang buruk
  •     Memiliki keterampilan motorik halus yang tampaknya tidak akan berkembang secara normal (misalnya, dia tidak bisa mengkancingkan baju nya)
  •      Tampaknya seolah-olah dia tidak bisa menahan berat badannya pada kaki yang datar
  •      Kehilangan keterampilan motorik yang sudah dia miliki sebelumnya

Apa penyebabnya

Jika anak Anda selalu berjinjit, mungkin saja dia memiliki masalah fisik, seperti  tendon Achilles yang pendek pada kaki, yang menghambat dia berdiri dengan kaki datar dan membatasi jangkauan geraknya di pergelangan kaki. Tetapi konsistensi saat berjalan jinjit lebih mungkin adalah tanda dari gangguan motorik - yang paling umum, yaitu bentuk dari  cerebral palsy.

Ada beberapa jenis cerebral palsy, dan yang paling umum adalah "spastik," yang berarti otot-otot yang terkena menjadi kaku. Anak-anak yang lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi terkena cerebral palsy.

Banyak bayi prematur mengalami pendarahan di otak, yang merusak bagian otak yang mengontrol gerakan. Kadang-kadang infeksi yang ibu atau bayi alami selama kehamilan juga dapat merusak jaringan otak dan menyebabkan cerebral palsy. Dan kadang-kadang bayi prematur mengembangkan kondisi yang disebut leukomalacia periventrikular, yang merusak saraf di otak yang mempengaruhi gerakan.

Jika anak Anda berjalan jinjit ia mungkin pernah mengalami kejang, hemiplegia / hemiparesis, yaitu bentuk cerebral palsy dimana tendon Achilles-nya begitu ketat yang menyebabkan tumit tertarik ke atas dan jari-jari kakinya menunjuk ke bawah. Berjalan jinjit juga berhubungan dengan keterlambatan bahasa dan autisme, jadi penting untuk memastikan anak Anda tidak mengalami masalah lain dengan kemampuan komunikasi atau sosialisasinya. Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter Anda untuk memastikannya.

Jika dokter anak Anda tidak menemukan gejala cerebral palsy, autisme, dan masalah lain dan jika otot nya baik-baik saja, dan dia memiliki jangkauan gerak yang baik di pergelangan kaki - maka dia akan cenderung didiagnosis dengan apa yang disebut kaki jinjit idiopatik. Ini adalah diagnosis mencakup semuanya yang berarti penyebabnya tidak diketahui, dan kemungkinan anak Anda berjalan jinjit karena faktor kebiasaan.

Apa yang dokter Anda dapat merekomendasikan

Penilaian fungsi otak dan perkembangan motorik  anak Anda akan membantu dokter menentukan perawatan terbaik. Penanganan/pengobatan dini sangat penting karena fisioterapi atau operasi dapat meningkatkan keterampilan motorik dan kekuatan otot, dan mencegah kerusakan otot yang mempengaruhi gerakan bersama.

Jika anak Anda memiliki masalah fisik seperti tendon Achilles yang pendek, pengobatan dapat dimulai dengan fisioterapi yang meliputi peregangan.



Anak Anda juga mungkin harus memakai sepatu orhopedi kusus atau orthosis pergelangan kaki, yang merupakan penyangga plastik ringan yang naik bagian tumit kaki dan mempertahankan kaki pada sudut 90 derajat. Anak Anda dapat memakainya pada siang dan malam sampai sembuh. (Tentu saja, Anda dapat melepasnya untuk mandi atau untuk berlatih latihan penguatan.)



Proses lain yang disebut serial casting kadang-kadang digunakan. Dalam prosedur ini, serangkaian gips meregangkan dan perpanjangan tendon dapat meningkatkan gerakan pada pergelangan kaki.

Dalam beberapa kasus, pembedahan akan direkomendasikan.

Jika anak Anda memiliki cerebral palsy atau autisme, dibanding masalah fisik lainnya, terapis akan memperlakukan kondisi yang mendasarinya. Dalam hal ini, penilaian gerak adalah langkah pertama untuk menentukan jenis pengobatan yang dibutuhkan anak Anda.

Contoh Sepatu Orthopedi










sepatu orthopaedi

Contoh AFO






Untuk melihat semua daftar alat kesehatan dan spesifikasi harga, silahkan masuk ke www.orthoshoping.com
Untuk pemesanan alat dapat menghubungi:
Nugroho : 085 867 374 002

READ MORE - Apakah Anak Anda Berjalan Jinjit

Popular Posts