Saturday, November 24, 2012

Penanganan pada cidera olah Raga dan Keseleo















olah raga saat ini merupakan sebuah hobi yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat. karena selain menyehatkan, olah raga juga dipandang oleh sebagian orang sebagai salah satu rekreasi yang menyenangkan. bahkan, oleh sebagian anak muda, olah raga merupakan salah satu cara untuk menarik perhatian lawan jenisnya.

akan tetapi banyak jenis olah raga yang rawan menimbulkan cidera, terutama olah raga keras, atau olah raga yang memerlukan kontak fisik. kebanyakan cidera yang ditimbulkan adalah karena benturan, posisi jatuh yang tidak tepat, penguluran yang berlebihan dan kurangnya persiapan/persiapan. demikian juga halnya dengan keseleo. dan banyak juga cidera olah raga atau keseleo  yang bertambah berat disebabkan kesalahan penanganan pada saat timbulnya cidera pertama kali, bahkan bagi seorang atlit, penanganan pertama yang salah dapat menyebabkan masa istirahatnya menjadi semakin panjang.

Jenis cidera olah raga atau keseleo

jenis cidera olah raga atau keseleo bermacam-macam, antara lain:
1. Kram otot, yaitu otot yang memendek dengan tiba-tiba, namun tidak bisa mengulur kembali seperti semula.

2. Contusio, yaitu perdarahan yang terjadi dibawah kulit dan sekitar serabut otot karena benturan, dan tidak disertai luka terbuka.

3. Sprain, yaitu otot mengulur maksimal melebihi kemampuan maksimal penguluran otot tanpa disertai kerobekan serabut otot.

4. Strain, yaitu Sprain yang disertai kerobekan serabut otot.

5. Ruptur, yaitu Strain yang mengenai ligament atau tendo, yang kadang disertai lepasnya tendo/ligament dari tulang.

6. Fraktur atau patah tulang

Penanganan keenam jenis cidera tersebut, pada masyarakat kita sering kali sama, yaitu dengan dipijat. penanganan cidera olah raga dengan dipijat tidak lah salah mutlak, tergantung jenis cidera yang dialami. Pemijatan pada kasus nomor 1 (kram otot) memanga dapat menjadikan otot yang tadinya tegang menjadi rileks atau lemas, asal tekanan yang diberikan pada saat memijat tepat, dengan arah yang benar. namun jika tekanan yang diberikan terlalu keras atau arahnya salah, dapat menjadikan otot yang tadinya kram menjadi robek (strain). Apalagi jika pemijatan dilakukan pada cidera kasis nomor 2 - 6.

Penanganan pertama jika terjadi cidera olahraga atau keseleo.
penanganan pertama pada cidera olahraga atau keseleo (cidera akut) dikenal dengan metode R-I-C-E (Rest, Ice, Compression, Elevation).

a. Rest, atau istirahat, artinya bagian yang mengalami cidera diistirahatkan dari semua gerakan (dipakai untuk bergerak sesedikit mungkin).

b. bila terjadi pada lengan atau siku, gunakan arm sling / pembalut segitiga (mitella) untuk menyangga lengan dan meminimalisir gerakan. bila terjadi pada kaki, pakailah kruk atau tongkat untuk membantu menyangga tubuh saat berdiri atau berjalan.

c. Ice, atau es/ pendinginan, artinya gunakan es atau air dingin dan usapkan atau kompres pada bagian yang mengalami cidera, lamanya 10 menit dan diulangi 4-6 kali sehari. Pada olahraga modern, biasanya hal ini diganti dengan semprot salju. (chlorethyl dll). tujuannya adalah mencegah pembengkakan dan mengurangi nyeri.

d. Compression, atau penenkanan, artinya berikan penekanan dengan menggunakan pembalut elastis bandage atau decker pada bagian yang cidera untuk mencegah timbulnya pembengkakan. dan buka tiap 2 jam sekali agar aliran darah tidak terhenti.

e. Elevation, artinya memposisikan bagian tubuh yang mengalami cidera lebih tinggi dari janting. terutama saat tidur atau istirahat. misalnya dengan diganjal bantal atau guling. contoh elevasi pada cidera yang terjadi dibagian tungkai, lutut, angkle.
metode ini dapat dilakukan pada hari 1-2 setelah terjadinya cidera, dan setelah hari ke 3 dan seterusnya barulah boleh dilakukan pemijatan, pemanasan, dan program-program latihan ringan untuk mempercepat proses pemulihan atau penyembuhan cidera. dan untuk lebih mendukung pemeriksaan cidera yang terjadi, biasanya bisa dilakukan foto rontgen, bahkan pada atlit profesional dapat dilakukan foto rontgen dengan memanfaatkan teknologi MRI (magnetic ressonancing instrument)..
READ MORE - Penanganan pada cidera olah Raga dan Keseleo

Friday, November 2, 2012

CEDERA PADA TULANG PUNGGUNG ATAU TULANG BELAKANG



Kira-kira apa resiko terburuk yang akan dialami penderita yang mengalami  trauma / cidera tulang belakang?  Resiko yang paling fatal adalah terjadinya kelumpuhan anggota gerak, penderita mengalami kelumpuhan permanen dan bahkan bisa ke arah kematian jika patahan brada di daerah leher.
Tulang belakang  yang mengalami trauma akan mengalami salah satu kondisi berikut :
  1. Patah tulang belakang.
  2. Salah letak /pergeseran lempengan (disc inter vertebrae) antar ruas tulang belakang karena mengalami penekanan (listesis).
  3. Terkilir (sprain dan strain)pada bagian tukang belakang.
  4. Retak pada ruas-ruas tulang belakang (korpus vertebrae).
Cidera pada tulang belakang maupun cidera pada ruang antar tulang belakang akan mengakibatkan perlukaan pada persyarafan yang terletak di dalamnya. Oleh karena itu setiap perlukaan yang terjadi pada tulang belakang, bisa mengakibatkan ketiga kemungkinan diatas, hal ini akan mendorong ke arah kehati-hatian  penolong. Pada penderita dengan perlukaan bagian tulang belakang penderita akan merasakan gangguan gerak. Akan terasa nyeri saat beraktifitas.


Mengenal Susunan Tulang Belakang

Untuk lebih mengenal cedera tulang belakang, baiklah apabila kita mengenal struktur anatomi tulang belakang. Tulang belakang terdiri dari kumpulan tulang-tulang kecil (vertebrae), salah satu bagiannya merupakan jalur persyarafan yang mirip canal (saluran) yang tempatnya disebut spinalcord. bagian –bagian kecil tulang ini dipisahkan semacam tulang kering yang mirip lempengan/piringan sehingga disebut  Intervertebral disc / diskus intervertebralis. Tulang belakang sendiri memiliki keterbatasan rentang  gerak yang dipengaruhi lempengan tulang kering tadi, sehingga fungsi intervertebal disc / diskus intervertebralis tadi mirip shock absorber (per peredam). Pemahaman anatomis selanjutnya adalah, tulang belakang-lempengan- spinal cord dibungkus sekumpulan otot-otot yang sangat kuat sehingga menambah kekuatan penegakan tubuh.
READ MORE - CEDERA PADA TULANG PUNGGUNG ATAU TULANG BELAKANG

Popular Posts