Tuesday, April 7, 2009

MENGATASI NYERI PINGGANG DENGAN OLAH RAGA


Tidak jarang anda mengalami sakit pinggang, apakah karena menabrak bufet,
membongkok pada saat anda duduk di kursi untuk memungut sesuatu, atau pada
saat mengangkat barang dari bagasi mobil, atau bahkan terlalu lama duduk di
depan meja komputer.
Sakit pada pinggang tersebut mula-mula hanya terasa sedikit nyeri dan lama
kelamaan rasa sakit dapat menyebar ke daerah pungggung, paha dan mungkin ke
bagian bawah tubuh, tumit dan jari-jari kaki.


Gangguan nyeri pinggang bawah dapat dialami oleh kita semua, tidak
memandang tua, muda wanita atau pria.


Sebagian besar dari nyeri pinggang bawah disebabkan karena otot-otot pada
pinggang kurang kuat, sehingga pada saat melakukan gerakan yang kurang
betul atau berada pada suatu posisi yang cukup lama dapat menimbulkan
peregangan yang ditandai dengan rasa sakit.


Beberapa contoh sehari-hari yang dapat menimbulkan nyeri pinggang bawah :
Mengangkat barang berat sambil membongkok dimana benda tersebut
kurang dekat dengan badan sehingga badan harus melengkung.
Pada waktu mengendarai mobil, duduk dengan pinggang dan punggung yang
melengkung dalam waktu yang lama.
Duduk di kursi terus menerus dengan perbandingan tingi kursi dan meja
tulis kurang tepat hingga duduknya membongkok.


Pada contoh diatas tadi beberapa hal yang harus anda perhatikan untuk
menghindari nyeri pinggang adalah :
Betulkan posisi tidur, duduk, atau cara mengangkat barang dan ;
lakukan latihan-latihan untuk menghilangkan nyeri tersebut.


Ada beberapa penyebab nyeri pinggang yang hanya dapat ditanggulangi dengan
pertolongan medis (dengan bantuan dokter) seperti, kelainan pada saluran
kencing atau lemah pada bagian kaki. Kedua masalah ini mungkin menunjukkan
masalah pergeseran pembuluh darah atau organ tubuh. Jika pergeseran
tersebut cukup besar maka dapat menyebabkan terganggunya syaraf yang
mengendalikan saluran kencing, dubur dan kaki.


Berikut beberapa Tips dan latihan gerakan-gerakan untuk mengatasi nyeri
bawah pinggang :

1. Untuk menguatkan otot-otot perut :
Tidurlah terlentang,
Bengkokkan kedua lutut,
Kedua kaki terletak datar di lantai,
Datarkan pinggang ke lantai, pinggul angkat naik ke atas,
Tahan

2. Latihan meregangkan otot-otot pinggul, pantat dan pinggang
Tidur terlentang,
Kedua lutut dibengkokkan,
Kedua kaki datar di lantai,
Kedua lutut digerakkan ke dada, tahan dengan kedua tangan,
Kembali ke posisi awal.

3. Latihan meregangkan punggung, perut dan otot-otot tungkai
Posisi merangkak,
Dagu ditarik,
Punggung dilengkungkan ke atas,
Perlahan-lahan duduklah ke belakang pada tumit, bahu ke arah
lantai

4. Latihan menguatkan otot pinggang dan perut
Posisi merangkak,
kepala sejajar lantai,
Lekukkan punggung ke atas kemudian perlahan-lahan ke bawah,
Lengan selalu lurus

5. Latihan menguatkan otot-otot perut
Tidur terlentang,
Kedua lutut dibengkokkan,
Kedua lengan menyilang di atas dada,
Naikkan kepala dan bahu dari lantai, tahan secara bertahap
ditahan lebih lama

6. Latihan menguatkan dan meregangkan pinggul, pantat dan pinggang
Tidur tengkurap,
Kedua lengan dilipat di bawah dagu,
Perlahan-lahan angkat satu tungkai ke atas - jangan terlalu
tinggi,
Kemudian turunkan, dan ulangi dengan tungkai yang lain.


Masing-masing gerakan dilakukan 1 - 5 kali dan lakukanlah latihan ini
sehari dua kali.


Selamat mencoba dan SALAM OLAH RAGA

MENGUSIR Nyeri Pinggang
Perhatikan posisi kala duduk dan membungkuk.

MENGGANGGU PRODUKTIVITAS
Diperkirakan sekitar 80% penduduk dunia pernah merasakan sakit pinggang. Minimal satu kali nyeri pinggang selama hidupnya dengan tingkat kesakitan bervariasi dari ringan sampai berat. Nyeri pinggang ini menyerang segala usia, jenis kelamin, dan suku bangsa. Mengapa bisa begitu? 


Tulang belakang manusia terdiri atas 33 ruas tulang yang satu sama lain dihubungkan oleh sistem yang unik. Sistem ini mencakup tulang rawan, otot, serta jaringan ikat yang saling bekerja sama mempertahankan tubuh pada posisi tegak. Nah, saat mempertahankan keseimbangan seluruh tubuh, otot-otot pinggang harus berkontraksi. Tak heran bila otot-otot ini menanggung beban berat dan mudah nyeri. Apalagi bila seseorang tidak biasa melakukan pekerjaan otot lalu secara tiba-tiba melakukannya. 


Sakit pinggang memang bukan penyakit berat. Namun rasa nyeri yang ditimbulkan benar-benar mengganggu karena begitu menusuk dan bakal menghebat dalam posisi membungkuk. Maka itu penderita nyeri pinggang saat melakukan perpindahan posisi dari tegak menjadi membungkuk, atau dari membungkuk menjadi tegak, sangatlah tersiksa.


SIKAP DAN KEBIASAAN YANG SALAH
Sebagian besar masalah nyeri pinggang termasuk dalam non-specific back pain yang diakibatkan kesalahan sikap tubuh sehari-hari. Contoh, duduk lama bisa menyebabkan otot pinggang tegang dan berpotensi merusak jaringan lunak di sekitarnya, terutama bila duduk dengan posisi terus membungkuk. Posisi itu menimbulkan tekanan tinggi pada bantalan saraf tulang. Orang yang cederung membungkuk ketika berdiri atau berjalan, bakal lebih sering mengalami sakit pinggang ketimbang mereka yang terbiasa bersikap tubuh tegak. 


Penyebab lain nyeri pinggang adalah posisi yang salah ketika mengangkat beban, yakni dengan membungkuk sehingga akan terjadi penonjolan nucleus pulposus ke arah belakang. Begitu beban selesai diangkat, rasa nyeri akan langsung muncul di bagian itu, malah bisa sampai ke pinggang bawah, lalu menjalar ke kaki.


Kebiasaan lain yang merugikan adalah penggunaan sepatu hak tinggi. Ketika seorang wanita mengenakan sepatu hak tinggi, berat tubuh jadi condong ke depan. Hal ini menyebabkan kurva atau lengkung pinggang bertambah. Guna menyeimbangkan kemiringan ini, ruas tulang pinggang terpaksa menanggung risiko, yaitu beban berat. Akibatnya, biomekanik otot-otot dan struktur belakang terpengaruh. Semakin lama mengenakan sepatu hak tinggi, kian lama pula pinggang "dipaksa" meluruskan tubuh. Ketika otot-otot di seputar pinggang kelelahan, saat itu pulalah rasa nyeri muncul. Sering menjinjing barang berat secara tidak seimbang atau menggendong anak hanya di satu sisi terus-menerus juga akan menimbulkan nyeri. Artinya, beban bagian kiri dan kanan harus sama. 


Bila kebiasaan-kebiasaan buruk tadi tak diubah, penekanan pada bantalan tulang belakang (vertebral disc) akan terus-menerus terjadi setiap hari selama bertahun-tahun. Selanjutnya dapat menyebabkan terjadinya aus atau proses degenerasi yang lebih cepat dari umur seseorang. Bentuk degenerasi bisa berupa kerusakan pada bantalan atau terjadi pengapuran lebih cepat yang semuanya ini dapat menyebabkan nyeri pinggang menjadi lebih parah. 


AKIBAT KEHAMILAN & PRAMENOPAUSE
Selain karena kebiasaan dan sikap tubuh yang salah, nyeri pinggang juga sering dihubungkan dengan masa kehamilan, pramenopause, dan bobot tubuh. Para ibu hamil, juga mereka yang berperut gendut atau kelebihan bobot tubuh kerap mengalami sakit pinggang. Pemicunya kurang lebih sama dengan kasus sepatu hak tinggi. Bobot tubuh condong ke depan, dan tulang pinggang terbebani untuk menyeimbangkan tubuh. 


Sedangkan nyeri pinggang masa-masa pramenopause terjadi karena gejolak atau ketidakseimbangan produksi hormon. Selanjutnya, karena faktor usia (50 tahun ke atas), nyeri pinggang terjadi karena penurunan kualitas tulang belakang, atau malah terjadi osteoporosis (pengeroposan tulang). Selain itu, perut para wanita usia manula umumnya membuncit karena otot yang mengecil. Akibatnya, postur tubuh cenderung ke belakang dan otot belakang menjadi kaku. 


Pertambahan usia juga dapat menyebabkan sen
di-sendi tulang belakang menipis, menegang, mengeras, kelenturannya berkurang akibat minimnya "pelumas", dan otot di daerah itu melemah.
Pertumbuhan tulang yang tidak normal juga bisa menyebabkan nyeri pinggang. Karena kelainan itu menyebabkan tulang punggung miring, bahu kiri dan kanan tampak tidak seimbang. Untuk kelainan itu, penanganannya tergantung pada besar kecilnya sudut kemiringan. Jika nyeri pinggang cukup parah, dokter akan menganjurkan pemasangan brace (semacam korset) serta melakukan latihan khusus selama beberapa waktu untuk mencegah kambuh. Brace berguna untuk mengurangi kekakuan otot serta beban tulang punggung. Namun, jika kadar kemiringan cukup besar, akan disarankan operasi. 

TIP MENGHINDAR NYERI PINGGANG
Untuk mengatasi gangguan nyeri pinggang, umumnya pasien akan mendapat obat antinyeri/anti-inflamasi, dan fisioterapi. Bagian yang nyeri mendapatkan pemanasan sambil dipijat, agar otot-otot relaks kembali. Namun yang paling penting adalah memperbaiki posisi bekerja dan sikap tubuh, ditambah dengan kebiasaan yang baik untuk menghindari nyeri pinggang. Berikut tip-tipnya:

- Jika bekerja di belakang meja, duduklah dengan posisi punggung bersandar penuh pada sandaran kursi dengan posisi tegak.

- Jika bekerja di depan komputer, majukan kursinya supaya tangan, siku dan lengan benar-benar tersangga di atas meja. Hal ini untuk mencegah supaya tidak terjadi kontraksi terus-menerus yang statis, mulai leher, sampai ke bawah, sehingga pada saat kita bekerja hanya menggunakan otot yang perlu saja, yaitu otot-otot di tangan.

- Jangan membungkuk bila hendak mengambil barang yang ada di lantai atau di tempat yang lebih rendah. Namun berjongkoklah, lalu mengambil barang dengan kedua tangan.

- Usahakan setiap dua jam berjalan-jalan di sekeliling ruang untuk meluruskan posisi tubuh. Tujuannya untuk merelaksasi otot-otot yang sudah bekerja menyangga tubuh kita.

- Pilihlah kursi kerja yang nyaman yaitu kursi yang ada lekukan untuk daerah pinggang bawah. Menggunakan kursi ergonomis dengan sandaran tegak pendukung pinggang (posisi S), merupakan pilihan tepat. Dengan begitu, posisi dua kaki dapat menapak rata dan lutut lurus.

- Pada saat duduk, kaki sebaiknya harus bisa menginjak lantai. Posisi kaki yang tidak menyentuh lantai akan mengakibatkan terjadinya lengkungan yang berlebihan pada tulang belakang sebagai kompensasi. Hal ini akan menyebabkan stres, mulai otot sampai struktur tulang belakang. Bila kaki tidak bisa menyentuh lantai, gunakan bangku kecil untuk menyangga kaki.

- Saat tidur, posisi badan harus lurus dengan kasur yang rata. Jangan gunakan kasur yang empuk karena justru menimbulkan lekukan pada pinggang.

- Selalu berdiri, berjalan dan duduk dalam posisi tegak.

- Lakukan senam serta olahraga teratur untuk merawat kesehatan tulang belakang dan kekuatan otot di sekitarnya. Berjalan kaki selama 1/2 jam 4 kali per minggu juga ikut memperkuat tulang belakang.

- Perbanyak asupan ikan dan sayuran hijau tua yang kaya akan kalsium, fosfor, dan vitamin C. Kalsium maupun fosfor merupakan unsur gizi utama bagi perawatan tulang, sedangkan vitamin C membantu mengoptimalkan penyerapan kalsium/fosfor tadi oleh tubuh. Hindari kopi atau minuman bersoda. Kedua jenis minuman ini berefek mengurangi kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium.

- Jika rasa nyut-nyut akibat nyeri di pinggang tak kunjung reda hingga berminggu-minggu, sebaiknya segera hubungi dokter, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Beberapa penyebab sakit pinggang:
Keseleo otot (muscle strain)/ otot yang tertarik. Otot yang tertarik/teregang termasuk tendon dan ligamen atau sendi yang meradang dapat menyebabkan sakit pinggang.


Spasme otot. Otot yang berkontraksi (spasm) merupakan akibat adanya kerusakan. Spasme ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengistirahatkan bagian yang sakit sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut.


Osteoartritis. Adalah proses penuaan sendi biasanya pada usia di atas 60 tahun. Terjadi kerusakan tulang rawan yang melapisi permukaan dalam sendi ruas tulang belakang.


Sciatica. Nyeri karena terjepitnya saraf atau meradang, dirasakan di bagian pinggang, dapat menjalar ke bokong/bagian belakang tungkai.


Osteoporosis. Sekitar satu dari tiga wanita usia lebih dari 50 tahun merasakan sakit pinggang karena ada ruas tulang belakang yang keropos (osteoporosis) dengan fraktur-fraktur kecil di ruas tulang belakang, atau rapuh tergencet (compression fracture). 


Hernia bantalan syaraf. Suatu sobekan atau tekanan pada bantalan dapat menyebabkan bantalan menggembung atau pecah sehingga menekan saraf.


Fibromyalgia. Sakit pinggang karena kekakuan otot dan tendon.

Ginjal. Sakit pinggang juga dapat disebabkan gangguan dari organ dalam misalnya ginjal, antara lain pada penyakit infeksi baik akut maupun kronis, batu ginjal, bendungan pada ginjal dan sebagainya. Melalui pemeriksaan urin rutin di laboratorium biasanya diperoleh informasi penting tentang gangguan ginjal.

Selain itu luka pada usus 12 jari yang terletak di bagian belakang, tidak jarang dirasakan sebagai nyeri yang menembus ke tulang belakang. Sakit pinggang dapat juga berasal dari organ dalam panggul (pelvis) misalnya: infeksi kandung kemih, endometriosis (jaringan endometrium dari kandungan /uterus yang berada diluar uterus), kanker ovarium (indung telur), kista ovarium, testis yang terputar dan sebagainya.

Resiko
Seseorang berada pada risiko sakit pinggang bila: Bekerja pada konstruksi, atau pekerjaan yang memerlukan mengangkat barang berat, banyak membungkuk atau berputar atau vibrasi seluruh tubuh seperti pada pemakaian alat tumbuk /pemadat batu. 


Atau Punya postur tubuh yang jelek, Sedang hamil, Umur lebih dari 30 tahun,
Perokok tanpa berolah raga atau kelebihan berat badan, Punya sakit sendi atau osteoporosis, Punya ambang batas nyeri yang rendah, Sering merasa stress dan atau depresi.

Pemeriksaan
Sesudah dokter memeriksa fisik, dan menentukan arah penyebab sakit pinggang maka pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang dianjurkan antara lain:

Pemeriksaan Rontgen tulang belakang, pemeriksaan EMG (Electro Myography), bila saraf terlibat, untuk memeriksa konduksi saraf, menemukan iritasi pada saraf.

Pemeriksaan lebih lanjut misalnya MRI (Magnetic Resonance Imaging) atau CT Scan (Computed Tomography) untuk memeriksa keadaan bantalan, keadaan saraf, otot, ligamen, tulang rawan, tendon, dan sebagainya.

Lain-lain: pemeriksaan densitas tulang untuk osteoporosis, bone scan untuk tumor-tumor.

Perlu Diwaspadai
Kebanyakan sakit pinggang karena gangguan tulang belakang, otot tidak membahayakan, sekitar 80 – 90 % akan membaik, bisa sampai kurang lebih 6 minggu. Kalau strain otot atau ligamen agak hebat, dapat memakan waktu sampai 12 minggu.

Sakit pinggang yang serius perlu diperiksa lebih dalam pada kondisi-kondisi:
*) Gangguan kontrol kandung kencing atau usus besar
*) Rasa baal di selangkangan atau sekitar anus
*) Rasa lemah atau baal di tungkai
*) Sakit pinggang yang mengganggu saat sedang tidur
*) Demam
*) Berat badan cepat turun
*) Sakit pinggang mendadak tetapi tidak ada perbaikan dalam 1 – 2 minggu
*) Riwayat penyakit kanker
*) Sakit pinggang yang tidak mereda

Pencegahan
Sakit pinggang pada dasarnya dapat dihindari bila kita dapat menjaga kondisi fisik dengan baik. Sebaiknya melakukan latihan-latihan aerobik yang teratur, tetapi yang tidak membebani pinggang, antara lain olahraga jalan, berenang, bersepeda, maupun senam-senam yang memperkuat dan memelihara fleksibilitas otot-otot belak Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. Keluhan ini dapat demikian hebatnya sehingga pasien mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan (salah tingkah) dan pasien harus istirahat serta dirawat di rumah sakit.

Keluhan low back pain ini ternyata menempati urutan kedua tersering setelah nyeri kepala. Dari data mengenai pasien yang berobat ke poliklinik Neurologi menunjukkan bahwa jumlah pasien diatas usia 40 tahun yang datang dengan keluhan low back pain ternyata jumlahnya cukup banyak. Di Amerika Serikat lebih dari 80% penduduk pernah mengeluh low back pain dan di negara kita sendiri diperkirakan jumlahnya lebih banyak lagi.

Mengingat bahwa low back pain ini sebenarnya hanyalah suatu simptom / gejala, maka yang terpenting adalah mencari faktor penyebabnya agar dapat diberikan pengobatan yang tepat.


Sebab-sebab terjadinya LBP

Pada dasarnya timbulnya rasa sakit adalah karena terjadinya tekanan pada susunan saraf tepi daerah pinggang (saraf terjepit). Jepitan pada saraf ini dapat terjadi karena gangguan pada otot dan jaringan sekitarnya, gangguan pada sarafnya sendiri, kelainan tulang belakang maupun kelainan di tempat lain, misalnya infeksi atau batu ginjal dan lain-lain.

SPASME OTOT (ketegangan otot) merupakan penyebab yang terbanyak dari LBP. Spasme ini dapat terjadi karena gerakan pinggang yang terlalu mendadak atau berlebihan melampaui kekuatan otot-otot tersebut. Misalnya waktu sedang olah raga dengan tidak kita sadari kita bergerak terlalu mendadak dan berlebihan pada waktu mengejar atau memukul bola (badminton, tennis, golf, dll). Demikian juga kalau kita mengangkat benda-benda agak berat dengan posisi yang salah, misalnya memindahkan meja, kursi, mengangkat koper, mendorong mobil, bahkan pada waktu kita dengan sangat gembira mengangkat anak atau cucu kita akan dapat terjadi LBP. Pengapuran tulang belakang disekitar pinggang yang mengakibatkan jepitan pada saraf yang bersangkutan dapat mengakibatkan nyeri pinggang yang hebat juga.

HNP (Hernia Nukleus Pulposus) yaitu : terdorongnya nucleus pulposus suatu zat yang berada diantara ruas-ruas tulang belakang, kearah belakang baik lurus maupun kearah kanan atau kiri akan menekan sumsum tulang belakang atau serabut-serabut sarafnya dengan mengakibatkan terjadinya rasa sakit yang sangat hebat. Hal ini terjadi karena ruda paksa (trauma/kecelakaan) dan rasa sakit tersebut dapat menjalar ke kaki baik kanan maupun kiri (iskhialgia). Adapun sebab lain yang perlu kita perhatikan adalah: tumor, infeksi, batu ginjal, dan lain-lain. Kesemuanya dapat mengakibatkan tekanan pada serabut saraf.

Hendaknya jangan dilupakan adanya stress mental yaitu : suatu keadaan kejiwaan yang menyebabkan pasien tersebut merasa sangat tertekan. Penseritaan kejiwaan stress ini gejala klinisnya dialihkan menjadi LBP, walaupun sebelumnya telah ada faktor-faktor kelemahan dari susunan organ-organ di punggung.

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan yang terbaik adalah menghilangkan penyebabnya (kausal), walaupun bagi pasien yang terpenting adalah menghilangkan rasa sakitnya (simptomatis). Jadi kita menggunakan kombinasi antara pengobatan kausal dan simptomatis. Untuk mencari penyebab yang tepat disamping pemeriksaan foto rontgen poros tulang belakang, kadang-kadang diperlukan pemeriksaan khusus misalnya Scanning, MRI, dll.

Pada LBP karena tegang otot dapat dipergunakan SIRDALUD (Tizanidine) yang berfungsi untuk mengendorkan kontraksi otot tersebut (muscle relaxan). Untuk pengobatan simptomatis lainnya kadang-kadang memerlukan campuran antara obat-obat analgesic, anti inflamasi, NSAID, penenang, dll. Apabila dengan pengobatan biasa tidak berhasil mungkin fisioterapi (rehabilitasi) dengan alat-alat khusus maupun dengan traksi (tulang belakang ditarik). Tindakan operasi mungkin diperlukan apabila pengobatan dengan fisioterapi ini tidak berhasil misalnya pada HNP atau pada pengapuran yang berat. Jadi penatalaksanaan LBP ini memang cukup kompleks. Disamping berobat pada Neurolog (spesialis Penyakit Saraf), mungkin juga diperlukan untuk berobat ke internist. Bedah Saraf, Bedah Orthopedi bahkan mungkin perlu konsultasi pada Psikiater atau Psikolog.

MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI

Agar kita tetap sehat, khususnya agar tidak terkena LBP walaupun usia sudah lanjut, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Olah raga yang teratur dimana frekuensi / jumlah dan intensitasnya harus cukup,
jangan berlebihan. Bagi yang berbakat LBP, dianjurkan untuk berenang, dan sebaiknya
jangan meloncat-loncat.

2. Mengatur makanan dengan menghindari makanan-makanan yang mengandung banyak
lemak, asam urat, dll, agar memperlambat terjadinya pengapuran tulang belakang.
Disamping itu usahakan jangan sampai terjadi kelebihan berat badan.

3. Hidup dalam lingkungan yang sehat dengan udara yang bersih dan menghindari
polusi yang berlebihan.

4. Hidup yang teratur, mengatasi stress, serta menjalani hidup dan beragama dengan
sungguh-sungguh. ang dan perut.

5. Bagi yang sudah mengalami nyeri pinggang, sebaiknya memakai korset orthopaedi khusus penyangga tulang belakang selama masa penyembuhan.


Korset Orthopaedi


Korset ini berfungsi:
1. Terbukti mengurangi nyeri pinggang seperti HNP (Hernia Nucleus Pulposus), Ischialgia (penjepitan syaraf ischiadicus).
2. Memberikan proteksi dan support yang maksimal pada pinggang sehingga dapat mengurangi nyeri akibat LBP / HNP.
3. Sebagai alat bantu untuk menjaga kestabilan tulang pinggang pada saat beraktivitas.
4. Bisa Mengecilkan perut.
Sfesifikasi Alat:
1. Menggunakan bahan elastis, perekat dan 4 plat alumunium.
2. Di desain sesuai anatomi tulang belakang manusia
3. Memiliki lengkung pinggang yang anatomis
4. Warna coklat
5. Ukuran korset: Silakan ukur lingkaran pinggang anda tepat diatas pusar anda, kemudian cocokkan dengan ukuran dibawah ini
- Ukuran S = 75-80 cm
- Ukuran M = 81-85 cm
- Ukuran L = 86-90 cm
- Ukuran XL = 91-95 cm
- Ukuran XXL = 96-100 cm
- Ukuran XXXL = 101-105 cm
Harga Korset Ortopedi Rp. 185.000
Harga TLSO Rp. 400.000,-
untuk melihat semua daftar alat kesehatan dan spesifikasi harga, silahkan masuk ke www.orthoshoping.blogspot.com
Untuk pemesanan alat dapat menghubungi:

Nugroho : 085 867 374 002

Silakan tulis pesan ukuran korset dan alamat pengiriman anda melalui sms, kemudian lakukan pembayaran melalui bank  dan konfirmasikan kepada kami, barang akan dikirim ke alamat Anda.
pembayaran melalui :
Bank BRI unit Bandarjo ungaran
Nomor Rekening : 6089-01-020842-53-7
atas nama : Zulhida Nurhamida Halim
Ongkos kirim silakan cek melalui JNE : http://www.jne.co.id , kota asal Jepara. Kecuali untuk reseller jika pemesanan dalam jumlah banyak akan kami carikan cargo yang lebih murah. Harga belum termasuk ongkos kirim dari Jepara.
Korset Ortho:

Korset Ortho



Korset TLSO:
Korset TLSO

Popular Posts